June 04, 2009

kegundahan bulan lalu(part 1)

Haiii...haiii..haiii...udah lama nih nggak posting. Oya, kemarin gue janji pengen cerita tentang perjalanan gue dalam beberapa hari kemarin, tapiiii...berhubung sebulan ini gue lagi sibuk tugas sama ujian, makanya gue ganti deh. Gue pengen ceritain kejadian yang gue alami sebulan ini. Mau denger? Mauu doonngg...

okey kita mulai cerita ini setelah gue nulis postingan yang dulu(abis, udah sebulan gue nggak nulis-nulis)...

***

pagi yang cerah, setelah gue menulis postingan kemarin. Seperti biasa melakukan kegiatan rutin yang membosankan tetapi demi masa depan harus gue jalani. Setiap bulan gue jalani hari-hari dengan sibuknya. Tanpa terasa minggu demi minggu, bulan demi bulan telah gue lewati. Tapi sampai sekarang gue masih merasa belum ada perubahan dalam diri gue. Duhh...padahal ujian sudah dekat. Apa yang harus gue lakukan?. Gue nggak pengen ngecewain ortu gue lagi. Seperti semester kemarin, prestasi yang gue toreh adalah dengan mendapatkan 3 carry over plus nilai rendah. Huhhh...betapa malunya. Sebenernya niat untuk berubah itu sudah terpatri dalam diri gue, tapi realisasinya saja yang belum. Kadang-kadang gue jadi cemoohan teman juga, “aduh Bi, udah pake daftar kegiatan, daftar pengeluaran, tetep aja nilai loe rendah, gue aja yang nilainya berantakan, dapet IP 3 koma sekian juga”. Ya iya dunk, gue sama loe kan beda, mungkin sekarang loe bisa ngomong kayak gitu. Tapi liat aja besok. Gue bakal buktiin kalo gue juga bisa. Okey deh, curhat-curhatnya selesai. Saatnya mandi, ntar gue telat lagi. Maklum gue masuknya jam tujuh teng.

Gue sampai di depan kelas, langsung masuk dan cari posisi. Tak lama dosen datang menyapa dan langsung melanjutkan mata kuliah. Menit pertama, mata gue masih ingin melihat ke papan tulis, menit berikutnya konsentrasi gue mulai buyar. Kenapa? Karena kebiasaan buruk gue kalo udah di kelas yaitu ngegambar bentuk yang nggak jelas di kertas. Gue sebenernya udah niat pengen serius, tapi sepertinya hanya sebatas niat. Soalnya udah jadi kebiasaan. Bayangin, gue mulai mencoret-coret sejak duduk di bangku SMP. Ampe sekarang kebiasaan itu nggak ilang-ilang.

Kadang-kadang gue iri sama teman-teman gue, mereka begitu mudah belajar, sekali di terangin langsung ngarti. Dapet nilai bagus, bisa bikin bangga ortu. Gue heran juga, kok mereka bisa secepat itu ya ngerti. Apa gue kurang pinter ato bodohnya yang kelebihan?, nggak tau deh...

hari-hari berlanjut, gue menikmatinya tanpa perubahan berarti dalam hidup gue, padahal sebentar lagi ujian tengah semester. Gue pernah denger temen gue ngomong ke gue begini “kehidupan itu bergantung pada variabel bebas Bi” maksudnya? Pertama sih gue nggak ngerti tapi gue mencoba untuk memaknai kalimatnya itu. Menurut opini gue sih ini merujuk pada inti kehidupan itu sendiri, selama gue kuliah gue dapet pemikiran yang bunyinya seperti ini” kehidupan itu di pengaruhi oleh 50% keberuntungan, 40% usaha dan 10% do'a” kalo gue coba ngegabungin kedua kalimat ini akan terbentuk sebuah opini seperti ini :

variabel bebas, ini menggambarkan sesuatu yang tidak tetap atau berpindah-pindah. Jadi variabel ini bergantung pada keberuntungan dan sejauh mana keberuntungan ini membawa variabel tersebut. variabel itu akan membawa kita melompat dari satu takdir ke takdir lainnya apabila kita berusaha. Berusaha sedikit lebih keras akan membawa kita kepada takdir yang lainnya. Disini kita harus juga berdoa karena doa itu akan membuat variabel bebas kita lebih terarah.

Ini sih opini gue, terserah kalo kalian mau beda opini. Okey..lanjuutt...

teman gue juga pernah bilang begini” alangkah senangnya kalau menjadi seorang yang pintar, tetapi lebih senang lagi kalo menjadi orang yang cerdas, tetapi akan lebih senang lagi kalo kita menjadi orang yang beruntung” ini menurut gue masih bersangkutan dengan bahasan di atas, yaitu kehidupan kita di pengaruhi oleh seberapa besar keberuntungan berpihak kepada kita. Dan yang paling penting juga adalah usaha kita. Terkadang ada seseorang yang hidupnya di pengaruhi oleh faktor keberuntungan dan ada juga yang di pengaruhi oleh usahanya sendiri.

***

akhirnya ujianpun datang menghampiri, gue juga mulai bersiap-siap untuk mengahadapi perang yang dahsyat ini. Dimana kita sangat bergantung dengan variabel bebas yang udah gue bilang di atas. Semua kegiatan di kampus seakan berhenti. Nggak ada yang keluar rumah kecuali hanya untuk keperluan tertentu. Pokoknya semua mempersiapkan senjata untuk perang. Karena nggak ada yang bisa nyelamatin diri kita selain diri kita sendiri.

Hari pertama, gue duduk dengan rapi di dalam kelas. Semua tampak panik, yang di pikirin sekarang adalah diri kita sendiri. Nggak ada orang lain yang bakal nolong kita, ingat! Hanya diri kita sendiri. Pokoknya situasinya udah kayak di padang mashar saja. Seakan kiamat. Kertaspun dibagikan, gue sedikit deg-deggan tapi mencoba untuk santai. Gue mulai buka lembaran soal..masih dalam ke adaan yang deg-deggan. Gue liat pertanyaan pertama, duhh...bisa-bisa. Deg-degganpun ilang..hehehe...

pertama itu emang sulit ya...

ujian pada hari pertampun selesai...(bersambung ke part2)


kegundahan bulan lalu(part 1) kegundahan bulan lalu(part 1) Reviewed by hairilhabibi on Rating: 5

No comments:

contact me

hallo! saya hairil habibi. saya adalah salah satu Social Media Enthusisast dan sangat Passionate mengenai Komunitas. tahun 2014 saya bersama teman mendirikan Kongkownulis sebagai sarana untuk semua orang dalam mengekpresikan pemikiran mereka dalam tulisan. masa lalu saya alhamdulilah di penuhi oleh pasang surutnya dunia keorganisasian di kampus. dan pemikiran-pemikiran absurd dengan campuran mimpi level keras! blog ini akan lebih banyak berisi pendapat-pendapat saya mengenai kehidupan atau apa saja yang menurut saya menarik untuk di ceritakan.. mudah- mudahan bisa menginspirasi.. :D untuk kritik, saran, komentar dan pertanyaan layangkan ke hairilhabibi[at]gmail[dot]com

Recent

recentposts

Random

randomposts