April 03, 2018

Menjelajah Solo, Kota Yang Ramah Dan Teduh

"menyusuri kota adalah salah satu cara bersentuhan dengan sejarah. melepaskan pandangan ke hiruk pikuk masyarakat sambil mengambil makna mengenai peradaban lain yang luar biasa di luar sana"

Setelah beristrikan orang Jawa, sekarang saya mulai akrab dengan Kota Solo. Saya juga sudah beberapa kali melakukan perjalanan Solo - Pekanbaru tapi sayangnya dari beberapa waktu lalu saya belum sempat untuk mengeksplorasi lebih jauh kota Solo. Kebetulan pertengahan Maret 2018 ini kami pulang lagi ke Solo, saya bilang ke istri saya untuk berkeliling sesampainya di sana. 

Sambil mengecek Aplikasi Skyscanner untuk melihat-lihat  tiket pesawat, siapa tahu tiket pesawat Garuda Indonesia sedang ada Penawaran menarik kan?.

Kami landing di Bandara Adi Sucipto jumat siang dan dilanjutkan perjalanan darat ke Solo sekitar 1 jam. Dulunya saya berpikir bahwa Solo ini adalah satu wilayah dengan Jogjakarta tapi ternyata tidak, Solo ternyata bagian dari karesidenan Surakarta dan masuk ke dalam provinsi Jawa Tengah.


hiasan dinding Bandara Adi Sucipto.
Orang Jawa terkenal dengan tata krama yang sangat terjaga. Di Jalan saja ketika lampu merah berganti hijau kendaraannya tidak terlalu berambisi untuk menerobos, malah kadang saya yang dibuat gregetan di jalan karena bergeraknya terlalu lama. sangat berbeda dengan tipikal orang-orang di Sumatra. 

Jalanan di Solo juga sampai sekarang masih membingungkan buat saya, masuk di jalan yang satu dan untuk balik harus berputar ke jalan lainnya. belum lagi beberapa jalan yang searah menambah keruwetan di kepala. Uniknya, Solo memiliki jalur lambat yang harusnya bisa memecah kepadatan di jalur utama, sayangnya sejauh pengamatan saya tidak terlalu banyak di manfaatkan kecuali untuk parkir mobil.

Nuansa Kota
Kota yang sangat tertata rapi, itulah kesan saya pertama kali ketika datang ke Solo dulu. Walaupun awalnya saya merasa rumah-rumah atau bangunan saling berdempetan. Mungkin karena keterbatasan lahan dan jumlah orang yang datang atau pindah setiap tahunnya.

Kota ini juga termasuk kota yang rimbun, kamu bisa menemukan pohon-pohon besar di sepanjang jalan. Menurut istriku, dulunya Solo tidak seramai ini tapi dengan berkembangnya kota otomatis jumlah penduduknya pun kian ramai. Tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya, Solo selalu terlihat sibuk setiap hari. Kendaraan hilir mudik tidak henti-hentinya. 
Persimpangan jl. Slamet Riyadi.
Alun-Alun.
Selama saya berkeliling dan bolak-balik beberapa kali mengunjungi kota ini, saya melihat bahwa Masyarakat Solo sangat menjaga apa yang diturunkan orangtua mereka misalnya bangunan-bangunan yang sudah berumur masih terjaga atau mungkin rumah-rumah yang tetap di pertahankan walaupun sudah beralih fungsi menjadi toko. Sehingga bangunan yang kita lihat disini akan lebih bervariasi.



Bank Indonesia gedung baru dan lama yang bersebelahan.
Pasar Gede.
Kereta Batara Kresna.
Saya menyempatkan diri menyusuri jl. Slamet Riyadi hingga ke Jl. Sudirman karena di sini ada beberapa tempat menarik yang bisa di tuju dengan berjalan kaki seperti Benteng Vastenburg, Museum bank Indonesia Surakarta, Balai Kota, Pasar Gede dan beberapa tempat lainnya.

Keraton Kasunanan Surakarta
Dari persimpangan PGS (Pusat Grosir Solo) kamu bisa langsung menuju ke Keraton Kasunanan  Surakarta melewati alun-alun. Dulu saya pernah melewatinya tapi tidak sempat untuk masuk dan berkeliling. setelah alun-alun, kamu akan menemukan dinding-dinding tinggi yang merupakan area Keraton. Dari depan keraton ini terlihat megah dengan warna biru dominan di tiang dan pintunya.


Kasunanan Surakarta.
Untuk masuk ke dalam Keraton kamu harus membeli tiket masuk dengan harga Rp.10.000. Kamu bisa melihat-lihat barang-barang yang dulunya digunakan oleh keraton seperti kursi, senjata, hingga kereta kencana. di Keraton Kasunanan Surakarta ini juga ada Tour Guide jika kamu ingin menggali informasi lebih dalam lagi seputar keraton. 

Gerbang Kasunanan Keraton Kasunanan Surakarta.
Lorong Keraton.
Kita bisa berphoto di depan Kasunanan bersama bapak-bapak ini.
Di Keraton ini kamu bisa berphoto dengan penjaga keraton. Bapak-bapak ini sangat ramah dan sangat sabar menghadapi ramainya orang-orang yang ingin berphoto bersama. Mereka juga saling bergantian untuk mendampingi pengunjung.

Mencoba Tape dan Emping
Awalnya saya agak penasaran ketika di tawari satu bungkus daun pisang ini. Katanya ini adalah tape. Memang agak berbeda dengan tape yang sering saya lihat biasanya. Isinya adalah tape dan ketan hitam yang di campur. Cara makannya juga unik, menggunakan emping sebagai sendoknya. Ini merupakan perpaduan yang sedikit lucu buat saya. Belum pernah terbayangkan oleh saya menjadikan emping akan di jadikan teman makan tape ini. Jika kamu ke Solo kamu harus mencoba tape yang satu ini.

Tape Solo

Susu Segar Favorit
Di Solo, Saya melihat banyak sekali yang berjualan susu segar di kota Solo. Saya tidak tahu kenapa tapi mungkin masyarakat Solo memiliki kebiasaan minum susu segar. Istri saya juga ternyata termasuk penyukanya, malah sudah menjadi langganan. Ketika di Pekanbaru dia juga sering bertanya dimana kira-kira bisa membeli susu segar seperti yang dia temui di Solo.Tapi di Pekanbaru juga sangat jarang penjual susu seperti di Solo ini.

Ada dua merk Susu segar yang menurut istri saya cukup terkenal di Solo yaitu She Doel dan Shi Jack. Warung Susu Segarnya juga bisa kita jumpai di pinggir-pinggir jalan kota Solo.

Susu Segar tepi jalan
Soto Untuk Sarapan
Kebiasaan lain orang Jawa adalah sarapan Soto. Kalau di Sumatra mungkin lebih populer sarapan Lontong sayur tapi di Jawa lebih dekat dengan Soto. Di Solo, saya punya satu tempat sarapan Soto yang selalu saya datangi jika saya berkunjung. Selain Sotonya, saya juga sangat suka dengan tahu goreng yang di jual disini. Tempat Soto ini bernama Soto Boyolali Mbah Boniyem yang terletak di jl. Adi Sucipto.Tempat ini juga sangat ramai setiap harinya, Malah terkadang kita mengantri dulu menunggu pengunjung lainnya selesai menikmati hidangan.


Pelanggan sedang menikmati Soto.
Soto Mbok Boniyem yang selalu ramai.
Nongkrong di Solo
Selain berjalan-jalan mengelilingi kota, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mencari tempat tongkrongan yang asik di Solo. Saya sangat setuju bahwa Solo punya banyak tempat yang bisa dikunjungi baik itu untuk makan maupun untuk sekedar nongkrong.

Kali ini saya berkunjung ke tempat yang lumayan kece, namanya wedangan Gulo Klopo yang beralamat di jl. Diponegoro no 123, Wirogunan Kartasura.Tempatnya sangat bersih dan luas. Pilihan makanannya juga sangat banyak hingga saya sampai bingung untuk memilihnya, Ditambah musik akustik yang asik menemani kita menyantap makanan. Tempat ini juga berkonsep terbuka dengan beberapa gazebo. parkirnya juga sangat lega serta ada patung garuda besar ditengah atas tempat kita memilih makanan yang berdiri kokoh. 

Berbagai jenis pilihan makanan di angkringan


Suasana di Gulo Klopo

Nasi Liwet Malam Hari
Katanya kita belum sampai di Solo jika belum mencicipi makanan yang satu ini. biasanya Nasi Liwet ini bisa kita temukan di sepanjang jl. Slamet Riyadi dan Keprabon pada malam hari, walaupun kita juga bisa mendapatinya di pagi hari, tapi lebih mudah di jumpai di malam hari. Beberapa saudara istri saya yang di Surabaya malah sering menyempatkan diri untuk singgah ke Solo hanya demi mencicipi Nasi Liwet di sini. 

Nasi Liwet source : https://travelingyuk.com/nasi-liwet-solo/72339/
Pernikahan Adat Jawa
Salah satu tujuan kami ke solo adalah untuk menghadiri acara pernikahan teman istri saya. Kebetulan acaranya memakai adat jawa dan saya juga sampai sekarang masih ingin tahu seperti apa kira-kira pernikahan adat jawa ini. Karena kami dulu tidak menggunakan Prosesi Jawa. 

Biasanya di jawa, untuk acara pernikahan diadakan beberapa jam saja karena keterbatasan waktu penyewaan gedung. Setahu saya, acara pernikahan diadakan pagi sekitar jam 10 hingga jam 1 siang atau di malam hari. 

Dengan waktu yang tidak terlalu panjang tentunya membuat pengantin dan keluarga bisa dengan cepat untuk menyelesaikan acara. Tidak seperti di Sumatra yang bisa diadakan sehari penuh. 

Acara Pernikahan di Solo
Untuk persoalan Kateringpun juga ada dua jenis sesuai dengan kebutuhan yaitu sistem piring lempar dan prasmanan. Keduanya sama-sama punya kelebihan masing-masing. Menurut istri saya piring lempar itu biasanya berasa lebih jawa dan lebih terstruktur. misalnya untuk pembuka akan di keluarkan appetizer dulu setelah itu ada sup atau selat dan dilanjutkan dengan makanan utama setelah itu baru disediakan dessert. kalau Prasmanan suasana acaranya akan lebih santai.

Salah Satu Prosesi Pernikahan Adat Jawa.
Selat, Makanan Khas Solo.

Akhirnya pulang ke Solo kali ini membawa keseruan tersendiri buat saya, ada hal-hal baru lagi yang saya dapat. Perjalanan ke Solo akan selalu menarik dan menyenangkan. Saya yakin kota-kota lainnya di Indonesia punya rahasianya sendiri yang belum di jelajahi tapi yuk kita datangi pelan-pelan satu persatu. Mau itu ke pantai atau ke gunung, Indonesia itu tetap indah. Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya.

disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

2 comments:

donna imelda said...

Ulasannya lengkap, bikin pengen menjelajah Solo

Berthold Hanisch said...


I know this if off topic but I'm looking into starting my own weblog and was wondering what all is needed to get set up? I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I'm not very web savvy so I'm not 100% positive. Any recommendations or advice would be greatly appreciated. Appreciate it hotmail sign in

contact me

hallo! saya hairil habibi. saya adalah salah satu Social Media Enthusisast dan sangat Passionate mengenai Komunitas. tahun 2014 saya bersama teman mendirikan Kongkownulis sebagai sarana untuk semua orang dalam mengekpresikan pemikiran mereka dalam tulisan. masa lalu saya alhamdulilah di penuhi oleh pasang surutnya dunia keorganisasian di kampus. dan pemikiran-pemikiran absurd dengan campuran mimpi level keras! blog ini akan lebih banyak berisi pendapat-pendapat saya mengenai kehidupan atau apa saja yang menurut saya menarik untuk di ceritakan.. mudah- mudahan bisa menginspirasi.. :D untuk kritik, saran, komentar dan pertanyaan layangkan ke hairilhabibi[at]gmail[dot]com

Recent

recentposts

Random

randomposts