March 05, 2018

Menolak Menjadi Tamak


Dalam beberapa percakapan saya bersama seorang teman diskusi. Kami mendapati kasus dimana ada beberapa orang yang menjalankan bisnisnya dengan sangat unik. Misalnya seperti penjual sepeda yang membatasi produksi sepedanya berapa ratus unit saja setahun dan jika ada pemesanan maka mereka akan memasukkannya untuk pesanan tahun berikutnya. Ini sesuatu yang nenarik di tengah komersialisasi atau kapitalisme yang ingin membesarkan bisnis mereka sebesar besarnya dan sekokoh kokohnya. Mereka malah memilih cara yang sangat jauh dari biasa. 

Menurut saya ini adalah strategi dimana beberapa pemain menjaga level aman dengan hanya menjadi kelas menengah. Menariknya ini bisa jadi model bisnis yang sangat cocok dengan tipe milenial dimana mereka tetap bisa mengekpresikan diri dan juga menjadi yang terbaik di bidangnya dengan tetap passionate dengan apa yang di lakukan dan juga bersenang2 tepat waktu. Bukannya "cukup" sudah sangat cukup buat kita? 

Fenomena ini juga mungkin sangat membingungkan untuk kita karena pemahaman bisnis kita bisa jadi berfokus pada scale up tapi beberapa kasus di atas sangat berbeda.. Mereka menjaga kualitas dan eclusive-nya produk mereka. Dengan kata lain memilih niche yang menurut mereka tepat dan mempertahankan demand untuk pembeli yg tepat. walaupun dalam beberapa kesempatan Scale Up Bisnis bisa menjadi option untuk bisnis apapun agar bertumbuh lebih hebat lagi.

Kasus yang seperti ini saya pelajari juga di salah satu film berjudul Children Heaven yang mengisahkan seorang anak yang ingin memiliki sepatu dimana dia harus bergantian dengan adiknyakarena mereka hanya memiliki 1 sepatu. akhirnya dia mengikuti perlombaan dan ketika mendapat juara 1 dia malah bersedih karena ternyata dia hanya menginginkan juara 3 yang hadiahnya adalah sepasang sepatu. hmm. sangat menarik.

Menurut pendapat saya tidak semua yang berbisnis itu berharap untuk menjadi yang terbesar. Tapi mereka berfokus dengan kualitas dan visi mereka membangun perusahaannya. Mungkin dengan penghasilan yang "cukup" versi sendiri bisa mebuat kita menghindari ketamakan yang kita tanamkan dalam pikiran kita. Bukan berarti perusahaan yang berkembang dengan cepat dan menjadi besar tidak baik sama sekali ya. perusahaan seperti itu akan selalu di butuhkan.

Menurut saya lagi dengan konsep seperti ini kita juga akhirnya bisa berbagi kesempatan lainnya untuk orang lain agar bertumbuh seperti kita. Karena dalam hidup itu tidak akan pernah cukup bagi kita apapun itu dalam bentuk uang penghargaan dan lainnya. saya berharap suatu saat saya bisa membuat perusahaan dengan visi seperti itu. Atau setidaknya perusahaan anak-anak muda sekarang mulai berpemikiran seperti itu. semoga bermanfaat.


No comments:

contact me

hallo! saya hairil habibi. saya adalah salah satu Social Media Enthusisast dan sangat Passionate mengenai Komunitas. tahun 2014 saya bersama teman mendirikan Kongkownulis sebagai sarana untuk semua orang dalam mengekpresikan pemikiran mereka dalam tulisan. masa lalu saya alhamdulilah di penuhi oleh pasang surutnya dunia keorganisasian di kampus. dan pemikiran-pemikiran absurd dengan campuran mimpi level keras! blog ini akan lebih banyak berisi pendapat-pendapat saya mengenai kehidupan atau apa saja yang menurut saya menarik untuk di ceritakan.. mudah- mudahan bisa menginspirasi.. :D untuk kritik, saran, komentar dan pertanyaan layangkan ke hairilhabibi[at]gmail[dot]com

Recent

recentposts

Random

randomposts