February 03, 2014

The benefit of failure



Tiba-tiba aja tangan gue gatal mau nulis setelah baca bukunya Alanda Kariza. Mungkin dalam postingan gue kali ini banyak kata atau opini yang gue kutip dari buku tersebut. Yukk simakk..

is is impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not have lived at all-in wich case, you fail by default – J.K Rowling”

Kadang kita terlalu takut gagal. Padahal gagal itu ternyata baik untuk kita. Banyak para pesohor dunia memulai sesuatu dengan kegagalan tapi gagal enggak bikin mereka menyerah tapi malah bikin mereka lebih kuat. Dalam dunia entrepreneurship pun demikian. Orang yang gagal ketika membangun usaha di sebut experience entrepreneur, mereka akan tetap di hormati oleh semua dan mungkin saja bisa menjadi guru untuk lainnya. 

Jika kita tidak berani gagal, kita tidak akan berani untuk mencoba. Jika kita tidak berani mencoba kita tidak akan pernah keluar dari zona nyaman. tidak keluar dari zona nyaman sama saja seperti katak dalam tempurung. Akan jadi lebih buruk bukan?

Bisa saja ketika kita gagal, kita malah menciptakan peluang baru. Seperti Steve Jobs, jika dulu Steve Jobs tidak di keluarkan dari Apple mungkin saja Pixar tidak akan pernah ada. Tidak akan ada Toy Story, tidak Ada next. Begitu juga J. K Rowling ketika menciptakan Harry Potter, dia juga dalam situasi kritis. Gagal dalam pernikahan, tidak memiliki pekerjaan, sangat miskin dan harus mengurus anaknya sendiri. Thomas Alva Edison yang mengalami ribuan kegagalan ketika menemukan lampu, Soichiro Honda yang tidak di terima Toyota motor ketika melamar menjadi teknisi. Colonel sander yang di tolak 1,009 kali ketika menawarkan resep ayam gorengnya. Dan masih banyak contoh lainnya.

Di balik itu ada pendapat yang aneh yang bilang “have no plan B” why? Karena dengan kita tidak memiliki plan lainnya kita akan berusaha lebih giat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Seperti Alanda Kariza yang katanya enggak pernah punya plan B untuk sekolah yang ia masuki, akhirnya membuat dia sangat giat untuk mengejar target-targetnya. Menurut gue sih ini sangat masuk akal, dengan adanya plan B kita akan di buat lengah karena kita merasa kita akan baik-baik saja kalo yang kita targetkan tidak kita dapatkan. Ini akan menjadi bentuk pelemahan terhadap diri sendiri. Ini sama aja kita tetap berada di zona aman kita. Seperti yang di bilang Alanda Kariza “having no plan B makes us driven to fail”. Dengan tidak adanya plan B kita berarti menolak untuk gagal dan melakukan yang terbaik. Have no plan B ini juga sering gue praktekin. Ketika gue Skripsi ato kalo di kampus gue di sebut Tugas Akhir, gue enggak punya pilihan lain selain menyelesaikan Tugas Akhir gue dan lulus tepat waktu karena waktu itu gue mikir gue nggak akan sanggup kalo misalnya nunggu wisuda tahun depan. Jadi karena chance gue harus selesai tahun itu bikin gue lebih semangat untuk ngerjain Tugas Akhir gue. Akhirnya gue bisa lulus tepat waktu. Emang kadang kita harus dalam posisi terdesak agar bisa melakukan sesuatu dengan baik. 

Begitu juga pas gue SMA, pertama kali masuk tim basket gue gagal untuk masuk tim inti. Tapi gue terus berusaha karena pada dasarnya gue cinta sama basket. Dan gue juga enggak menduga kalo akhirnya gue bisa jadi ketua Unit Kegiatan Mahasiswa untuk basket di kampus gue, jadi ketua pelaksana acara basket dan sedikit merevolusi pertandingan basket di kampus, jadi kapten untuk tim jurusan, dan sekarang gue malah sering ngeliatin sambil ngajarin junior gue main.. alhamdulilah, emang tuhan enggak sia-sia. Karena dia adalah perencana terbaik. Mungkin kalo waktu gue di tolak untuk masuk tim inti dan gue berenti main basket gue gak bakal jadi seperti sekarang. :).. 

Gimana? paham ato malah jadi bingung karena ada pendapat yang berbeda? Hahha.. kalo menurut gue sih kedua pendapat di atas di atur aja biar berdampingan. Gagal itu pasti ngasih pelajaran buat kita, tapi jika kita masih bisa berusaha untuk tidak gagal ya kenapa enggak. See yaa.. :D

No comments:

contact me

hallo! saya hairil habibi. saya adalah salah satu Social Media Enthusisast dan sangat Passionate mengenai Komunitas. tahun 2014 saya bersama teman mendirikan Kongkownulis sebagai sarana untuk semua orang dalam mengekpresikan pemikiran mereka dalam tulisan. masa lalu saya alhamdulilah di penuhi oleh pasang surutnya dunia keorganisasian di kampus. dan pemikiran-pemikiran absurd dengan campuran mimpi level keras! blog ini akan lebih banyak berisi pendapat-pendapat saya mengenai kehidupan atau apa saja yang menurut saya menarik untuk di ceritakan.. mudah- mudahan bisa menginspirasi.. :D untuk kritik, saran, komentar dan pertanyaan layangkan ke hairilhabibi[at]gmail[dot]com

Recent

recentposts

Random

randomposts