March 17, 2012

menentang rasism terhadap nilai..!


  Kesaaallllllllllll…itulah yang gue rasakan pas ngeliat  kacamata gue kegores T_T..padalah baru satu minggu yang lalu di tebus..emang sial banget tapi yaudahlah terpaksa gue ganti lensanya. Sumpah nyesel banget.  Outcome lagi Outcome lagi..hadehhh…

   Okeh seminggu yang lalu gue baru selesai interview untuk magang di salah satu perusahaan minyak internasional. Walaupun hasilnya kurang menggembirakan tapi gue seneng kok bisa sampe ke sesi interview dengan team leader perusahaan tersebut. Dari Sembilan orang yang di interview yang tembus Cuma 2 orang. Dua orang ini adalah temen-temen gue yang cumlaude di kampus. Selamatt guys :D
Gue kadang-kadang heran ngeliat perusahaan sekarang, mereka meletakkan standard ipk atau nilai atau apalah namanya. Padahal nilai atau ipk gak jadi jaminan juga kan kalo yang bakal di lulusin itu punya standard kerja setinggi ipk mereka. Karena menurut gue pengalaman dan nilai itu punya jalur yang sangat berbeda, Gak habis pikir gue. 

  Menurut gue sih pengalaman dan kesungguhan seseorang itu untuk masuk dan bergabung dengan perusahaan itu yang lebih penting. Iya gak? Karena orang yang memang bersungguh-sungguh untuk masuk ke suatu perusahaan atau apalah itu namanya bakal bekerja lebih maksimal karena dari dasarnya dia memang menginginkannya. Emang sihhh semua pengen kerja tapi jangan di liat dari nilainya aja dongg.. beri kesempatan kepada yang ipknya di bawah standard juga ikut membuktikan diri. Gue menentang rasism dalam bentuk penggolongan nilai atau ipk!

  Bukannya apa-apa tapi menurut pengamatan gue orang yang mempunyai ipk lebih rendah biasanya punya semangat kerja, keterampilan, teamwork yang  lebih bagus dari yang ipknya lebih tinggi. Ini menurut pengamatan gue loh..karena mereka selalu berpacu untuk mengejar ketertinggalan mereka.

  Harapan gue mudah-mudahan rasism dalam bentuk penggolongan nilai ini tidak ada lagi. Bukan mengajarkan kepada yang lain untuk tidak berprestasi dalam akademik juga bukan memanjakan mereka yang memang malas-malasan tidak mau belajar. Tapi yang gue tuntut di sini ialah fair dalam perekrutan karena belum tentu yang ipknya standard itu punya skil yang lebih baik dari yang ipknya di bawah standard. beri kesempatan kepada yang ipknya di bawah standard untuk ikut membuktikan diri. penelitian juga menunjukan kalo IQ hanya berpengaruh 20%-30%.selebihnya EQ dan SQ yang menentukan. Jadi kenapa nilai akademik menjadi sebuah syarat yang mutlak untuk pencari kerja?  

No comments:

contact me

hallo! saya hairil habibi. saya adalah salah satu Social Media Enthusisast dan sangat Passionate mengenai Komunitas. tahun 2014 saya bersama teman mendirikan Kongkownulis sebagai sarana untuk semua orang dalam mengekpresikan pemikiran mereka dalam tulisan. masa lalu saya alhamdulilah di penuhi oleh pasang surutnya dunia keorganisasian di kampus. dan pemikiran-pemikiran absurd dengan campuran mimpi level keras! blog ini akan lebih banyak berisi pendapat-pendapat saya mengenai kehidupan atau apa saja yang menurut saya menarik untuk di ceritakan.. mudah- mudahan bisa menginspirasi.. :D untuk kritik, saran, komentar dan pertanyaan layangkan ke hairilhabibi[at]gmail[dot]com

Recent

recentposts

Random

randomposts